๐—ž๐—ฒ๐—ต๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—•๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐˜€

๐—ž๐—ฒ๐—ต๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—•๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐˜€
โš–๏ธ
Shalom Aleichim-Salam Damai sejahter bagi umat Tuhan.
๐Ÿ•Ž
Ketika kita membahas “Kehendak Bebas”, biasanya kita sedang mempertimbangkan “Keselamatan Jiwa”.
Banyak orang yang tertarik membahas apakah kita mempunyai “kehendak bebas” untuk makan rawon atau soto malam ini. Sebaliknya, kita sedang ragu mengenai “siapa yang sebetulnya berkuasa atas nasib kekal kita”.
๐Ÿ’
Diskusi apapun mengenai kehendak bebas manusia harus dimulai dengan sebuah pengertian tentang khodrat manusia karena kehendak manusia terbatas di dalam lingkup khodrat tersebut.
๐Ÿช”
Sebagai contoh, seperti “Seorang narapidana” mempunyai kebebasan untuk mondar mandir berjalan di dalam ruangannya, tetapi ia dibatasi oleh tembok ruangan itu dan tidak diperbolehkan keluar dari sana, seberapapun besar keinginannya.
๐ŸŒท
Sama-halnya dengan manusia. Setiap bagian dari manusia sedang terikat oleh dosa โ€” tubuh, pikiran, dan kehendak kita.
Dibawah kuasa dosa yang ada di dalam dagingnya.
Manifestasi dosa adalah Satan – Inilah yang mengikat Kehendak bebas manusia untuk memilih Elohim.
๐Ÿช”
Dalam kitab Yeremia 17:9 menyatakan kondisi hati manusia:
“Hati yang penuh dusta melebihi semua yang sulit disembuhkan, siapakah yang dapat mengetahuinya?”.
๐Ÿชท
Di dalam kondisi alami kita yang belum “lahir baru”, kita senantiasa berpikiran secara daging, bukan berpikiran rohani.
“Sebab pola pikir daging adalah kematian, tetapi pola pikir Roh adalah kehidupan dan damai sejahtera.
Sebab pola pikir daging adalah perseteruan terhadap Elohim, karena dia tidak ditundukkan oleh hukum Elohim, bahkan karena hal itu tidak mungkin.” (Roma 8:6-7).
๐Ÿช”
Ayat-ayat ini mengajarkan bahwa sebelum kita diselamatkan, kita sedang bermusuhan dengan Elohim, kita tidak tunduk kepada Elohim dan sama-halnya tidak mungkin bisa.
Kitab suci telah menjelaskan bahwa, di dalam kondisi alaminya, manusia tidak mampu memilih apa yang baik dan kudus.
Dalam kata lain, ia tidak mempunyai “kehendak bebas” untuk memilih Elohim, karena kehendaknya tidak bebas.
Kehendaknya sedang terkurung oleh khodratnya yaitu akar dosa di dalam daging, sama halnya dengan seorang narapida terkurung di dalam ruangan.
๐Ÿ’
Lantas bagaimana seseorang dapat selamat?
Efesus 2:1 menggambarkan prosesnya.
Kita yang dulunya “sudah mati karena pelanggaran- pelanggaran dan dosa-dosamu” Ia, YESHUA, “telah membangkitkan kita.”
๐Ÿ‡
Seorang mati tidak mungkin membangkitkan diri sendiri karena ia tidak berkuasa melakukan hal itu.
Seperti si “Lazarus” berbaring di dalam kuburan empat hari tanpa bisa berbuat apapun untuk membangkitkan dirinya.
Adonai YESHUA datang dan memerintahkannya untuk hidup kembali (Yohanes 11).
๐Ÿชท
Sama-halnya dengan kita.
Kita mati secara rohani, tanpa bisa membangkitkan diri sendiri.
“Namun Elohim menunjukkan kasih-Nya sendiri kepada kita, bahwa ketika kita masih berdosa, HaMashiakh sudah mati ganti kita.”(Roma 5:8).
๐ŸŒท
Ia memanggil kita keluar dari liang kubur rohani dan memberi kita sebuah khodrat yang baru, khodrat yang tidak dicemari oleh dosa lain daripada khodrat kita yang lama.
Kita dijadikan Ciptaan Baru
2 Korintus 5:17 (ILT3)
Jadi, jika seseorang ada di dalam HaMashiakh, ia adalah ciptaan baru; hal-hal yang lama, sudah berlalu, lihatlah, segala sesuatu telah menjadi baru.
๐Ÿ’
Elohim melihat kondisi jiwa kita yang memprihatinkan dan tak berdaya, dan oleh karena kasihNya yang besar dan belas kasih-Nya, dengan daulat-Nya Ia memilih untuk mengutus Putra-Nya ke salib demi menyelamatkan kita.
Oleh kasih karunia-Nya kita telah diselamatkan melalui anugerah iman yang Ia berikan supaya kita dapat mempercayai YESHUA Hamasiakh.
๐Ÿ’
Anugerah-Nya adalah hadiah, iman kita adalah anugerah, dan keselamatan kita adalah anugerah yang diberikan kepada mereka yang telah Elohim pilih “sebelum dunia dijadikan” (Efesus 1:4).
๐Ÿช”
Mengapa Ia memilih untuk melakukannya dengan cara ini? Karena hal ini dibuat-Nya
“dengan menentukan kita sebelumnya sebagai anak adopsi bagi-Nya melalui YESHUA HaMashiakh, sesuai dengan perkenan kehendak-Nya, ke dalam pujian kemuliaan anugerah-Nya, yang olehnya Dia telah merahmati kita di dalam Yang Terkasih;” (Efesus 1:5-6).
๐Ÿช”
Penting untuk dimengerti bahwa rencana keselamatan adalah untuk mempermuliakan Elohim, bukan manusia.
Respon kita adalah memuji Dia atas “kemuliaan kasih karunia-Nya.”
Jika kita memilih keselamatan pribadi kita, siapa yang mendapatkan kemuliaan?
Tentunya hanya bagi Elohim.
YESHUA adalah Elohim dan Penyelamat kita. Tentu hanya DIA-lah yang layak mendapat kemuliaan itu.
๐ŸŒท
Jadi Elohim telah menjelaskan bahwa Ia tidak akan memberikan kemuliaan yang layak bagi-Nya kepada pihak lain (Yesaya 42:8; 48:11).
๐Ÿ‡
Dengan demikian, pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana kita mengetahui siapa yang telah diselamatkan “sebelum dunia dijadikan”?
Kita tidak mengetahui hal ini. Oleh karena itu kita membawa berita baik keselamatan yang telah diadakan YESHUA Hamasiakh sampai ke ujung dunia, menyatakan bahwa semua orang harus bertobat dan menerima kasih karunia Elohim.
2 Korintus 5:20 mengajar bahwa kita;
“Selanjutnya, kamilah utusan-utusan demi HaMashiakh, sekiranya mungkin Elohim menasihati melalui kami, kami meminta demi HaMashiakh, โ€œHendaklah kamu didamaikan dengan Elohim!โ€
๐Ÿ’
Kita tidak mengetahui siapa yang telah dipilih Elohim untuk dibebaskan dari ruang tahanan dosa mereka.
Kita memasrahkan pilihan itu kepada-Nya dan menyatakan injil kepada semua orang.
๐ŸŒท
Mereka yang datang kepada YESHUA pasti akan diterima-Nya.
Yohanes 6:37 (ILT3)
“Semua orang yang Bapa berikan kepada-Ku, ia akan datang kepada-Ku; dan siapa yang datang kepada-Ku, Aku sekali-kali tidak akan mencampakkannya ke luar.”
๐ŸŒท
Segeralah ambil sikap iman, di dalam pertobatan, datang kepada YESHUA Hamasiakh melalui Injil Keselamatan-Nya, maka engkau akan memperoleh keselamatan hidup kekal!
๐ŸŒˆ
HaleluYah.!
Shalom.
Bapa YAHWEH Elohim di dalam YESHUA hAmasiakh memberkati dan melindungi kita semua.
Amin..๐Ÿ™๐Ÿ˜‡๐Ÿ’