๐๐๐๐๐ฟ๐๐๐ผ๐
๐
Shalom Aleichim- Salam Damai Sejahtera bagi umat Tuhan.
๐
Apa artinya menjadi kudus?
Dan apa yang Kitab suci katakan tentang kekudusan?
๐
Di dalam kitab suci-Nya, di 1 Petrus 1:13-16;
Rasul Petrus menulis kepada orang-orang percaya:
13). Karena itu, dengan mengencangkan ikat pinggang pengertianmu, sambil menenangkan diri, berharaplah sepenuhnya pada anugerah yang dibawa kepadamu dalam penyingkapan YESHUA HaMashiakh,
14). sebagaimana anak-anak penurut yang tidak menyelaraskan diri dengan hasrat-hasrat dalam kebodohanmu sebelumnya.
15). Sebaliknya, sebagaimana Dia yang telah memanggil kamu itu kudus, kamu sendiri pun hendaklah menjadi kudus dalam setiap tingkah laku.
16). Sebab telah tertulis, โHendaklah kamu menjadi kudus, karena Aku adalah kudus!.”
๐ช
Ayat ini, Rasul Petrus mengutip dari Imamat 11:44 dan Imamat 19:2.
Imamat 11:44 (ILT3)
“Sebab, Akulah YAHWEH, Elohimmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu; dan kamu harus menjadi kudus, sebab Aku kudus. Dan kamu tidak boleh mencemarkan jiwamu dengan semua yang berkeriapan yang merayap di atas bumi.”
๐ช
Imamat 19:2 (ILT3) โBerbicaralah kepada seluruh jemaat bani Israel dan engkau harus mengatakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, YAHWEH, Elohimmu ini, kudus.”
๐ชท
Yang Pertama,
mari kita lihat kekudusan Elohim.
Apa maksudnya Tuhan itu kudus?
๐ช
Ayat-ayat seperti di 1 Samuel 2:2 dan Yesaya 6:3 hanyalah dua dari banyak contoh ayat-ayat tentang kekudusan Elohim.
1 Samuel 2:2 (ILT3)
“Tidak ada yang kudus seperti YAHWEH; karena tidak ada yang lain kecuali Engkau; ya, tidak ada batu cadas seperti Elohim kita.”
๐ช
Yesaya 6:3 (ILT3)
“Dan yang ini berseru kepada yang itu, dan berkata, โKudus, kudus, kuduslah YAHWEH Tsebaot; seluruh bumi penuh dengan kemuliaan-Nya.โ
๐ท
Cara lain untuk mengatakan ini adalah kesempurnaan mutlak.
Elohim tidak seperti yang lain (lihat Hosea 11:9), dan kekudusan-Nya adalah inti dari “keberbedaan-Nya”.
Dalam keberadaan-Nya sama sekali tidak ada sedikit pun dosa (Yakobus 1:13; Ibrani 6:18).
๐ฅ
DIA tinggi di atas siapa pun, dan tidak ada seorang pun yang dapat menandingi DIA (Mazmur 40:5).
๐ช
“Kekudusan Elohim” meliputi seluruh keberadaan-Nya dan membentuk seluruh sifat-sifat-Nya.
Cinta-Nya adalah cinta yang kudus, rahmat-Nya adalah rahmat yang kudus, bahkan kemarahan dan murka-Nya pun adalah kemarahan yang kudus dan murka yang kudus.
Konsep-konsep ini sulit untuk dipahami oleh manusia, sama seperti Elohim yang sulit untuk kita pahami secara utuh.
๐ชท
Selanjutnya, apa artinya menjadi kudus?
Ketika YAHWEH Elohim memerintahkan Israel untuk menjadi kudus dalam kitab Imamat 11 dan 19, DIA sedang memerintahkan mereka untuk berbeda dari bangsa-bangsa lain dengan memberikan peraturan khusus untuk mengatur kehidupan mereka.
๐ชท
Israel adalah bangsa pilihan YAHWEH Elohim dan DIA telah memisahkan mereka dari semua kelompok suku lainnya.
Mereka adalah umat-Nya yang istimewa, dan sebagai konsekuensinya mereka diberi standar-standar yang Elohim ingin agar mereka jalani agar dunia tahu bahwa mereka adalah milik-Nya.
๐
Ketika rasul Petrus mengulangi perkataan Elohim dalam 1 Petrus 1:16, ia berbicara secara khusus kepada orang-orang percaya.
Sebagai orang percaya, kita perlu โdipisahkanโ dari dunia dan hanya untuk Elohim.
Kita harus hidup berdasarkan standar Elohim, bukan standar dunia.
Elohim memanggil kita untuk “menjadi berbeda dari dunia”.
Di kitab 1 Petrus 2:9 menggambarkan orang-orang percaya sebagai โbangsa yang kudus.โ
1 Petrus 2:9 (ILT3)
“Namun, kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat dalam pemeliharaan, supaya kamu memberitakan kebajikan Dia yang telah memanggil kamu dari kegelapan ke dalam terang-Nya yang menakjubkan;”
๐ชท
Itu adalah fakta!
Kita terpisah dari dunia; kita perlu menghidupi kenyataan itu dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti yang dikatakan rasul Petrus dalam 1 Petrus 1:13-16 diatas.
๐
Terakhir,…
Bagaimana kita bisa menjadi kudus?
Kekudusan hanya dihasilkan dari hubungan yang benar dengan Elohim dengan percaya kepada Adonai YESHUA Hamasiakh sebagai Juruselamat (menerima anugerah hidup kekal dari-Nya).
โ๏ธ
Jika kita tidak beriman kepada Putera Elohim yang hidup yaitu kepada YESHUA Hamasiakh sebagai peyelamat kita dari dosa-dosa kita, maka upaya kita untuk mencapai kekudusan akan sia-sia.
๐ท
Jadi, pertama-tama kita harus memastikan bahwa kita adalah orang percaya yang telah “dilahirkan kembali”.
Yohanes 3:5-6 (ILT3)
5). YESHUA menjawab, โSesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, dia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Elohim.
6). Apa yang telah dilahirkan dari daging adalah daging, dan apa yang telah dilahirkan dari Roh adalah roh.
๐
Jika kita benar-benar adalah orang percaya sejati, maka kita menyadari bahwa kedudukan kita di dalam Hamasiakh secara otomatis membedakan kita dari dunia (1 Petrus 2:9).
๐ช
Bagaimanapun juga, kita mempunyai hubungan dengan Elohim yang hidup!
Maka setiap hari kita harus menjalani kehidupan yang terpisah, bukan mencoba untuk โmembaurโ dengan dunia, namun sebaliknya hidup sesuai dengan Firman Elohim ketika kita mempelajari kitab suci-Nya dan bertumbuh di dalamnya.
๐
Bertumbuh artinya: “kita hidup di dalam YESHUA Hamasiakh”, dan YESHUA ada di dalam kehidupan kita, yaitu dengan memiliki dan memelihara perintah2-Nya yang telah DIA tetapkan di dalam kitab suci-Nya.
YESHUA adalah Firman itu sendiri (Yoh.1:1,14), yang memberi asupan bagi sebagai makanan (nutrisi) bagi “manusia roh” kita, sehingga “manusia roh” kita dapat bertumbuh menjadi dewasa secara rohani dan kemudian dapat berbuah (berfungsi) bagi YAHWEH Elohim dan juga bagi sesama!
๐ท
Dengan “Firman Elohim”, mengkuduskan kita setiap hari, mengubah-rupakan kita setiap hari, inilah suatu proses yang bagi umat percaya agar menjadi umat pemenang.
๐
Kekudusan adalah hal yang mutlak, yang harus kita kerjakan setiap hari, sehingga ketika Tuhan YESHUA datang kali kedua, kita didapatkan tanpa cela dan layak menjadi mempelai-Nya.
1 Tesalonika 5:23 (ILT3)
“Dan Elohim damai sejahtera, Dia sendiri kiranya menguduskan kamu sepenuhnya, dan kiranya roh dan jiwa dan tubuhmu seutuhnya terpelihara tanpa cela pada saat kedatangan Tuhan kita YESHUA HaMashiakh.”
๐
Shalom,..
HaleluYah.
Tuhan YESHUA Memberkati kita semua.
Amin…๐๐๐
Oleh : Abraham Alex