𝗣𝗘𝗥𝗣𝗘𝗖𝗔𝗛𝗔𝗡 𝗧𝗨𝗕𝗨𝗛 𝗛𝗔𝗠𝗔𝗦𝗜𝗔𝗞𝗛
🕎
𝚂𝚑𝚊𝚕𝚘𝚖 𝙰𝚕𝚎𝚒𝚌𝚑𝚒𝚖 – 𝚂𝚊𝚕𝚊𝚖 𝙳𝚊𝚖𝚊𝚒 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚑𝚝𝚎𝚛𝚊 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚞𝚖𝚊𝚝 𝙴𝚕𝚘𝚑𝚒𝚖.
💐
Apa yang menyebabkan perpecahan gereja?
Perpecahan dapat terjadi ketika seseorang berusaha memanipulasi orang lain atau peristiwa bagi kepentingan pribadinya.
Mungkin saja ada “kesombongan atas ketaatan” pada peraturan, dan mereka yang tidak memelihara peraturan malah diperlakukan dengan tidak baik.
Atau mungkin “tafsiran doktrin” yang non-esensial dipaksakan dan dijadikan tolak ukur bagi persekutuan dalam ibadah gereja.
Tidak tertutup kemungkinan ada pihak yang ingin merebut kepemimpinan dari pendeta dan penatua dengan bantuan dari anggota gereja yang telah dimanipulasi.
Bahkan, perbedaan pendapat tentang musik dan tata cara beribadah dapat menyebabkan perpecahan dalam gereja.
Jadi,… ada berbagai alasan yang menyebabkan konflik di dalam gereja, dan semuanya berakar dari “kesombongan dan keegoisan”.
🪔
Di dalam kitab Yakobus 4:1-3 mengajarkan kepada kita;
1).”Dari manakah peperangan dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah dari sini: dari kesenanganmu yang berjuang di dalam anggota-anggota tubuhmu.”
2). “Kamu mengingini dan kamu tidak memperolehnya, kamu membunuh dan kamu cemburu dan kamu tidak mampu menggapainya, kamu bertengkar dan berperang, tetapi kamu tidak memperolehnya karena kamu tidak meminta.”
3). ‘Kamu meminta tetapi kamu tidak menerima, sebab kamu meminta dengan jahat, bahwa kamu akan menghamburkannya dalam kesenanganmu.”
🪷
Juga perlu dipertimbangkan bahwa tidak semua orang yang duduk di bangku tempat ibadah, adalah benar-benar “orang percaya sejati.”
Tidak semua yang mengakui nama Hamasiakh adalah milik-Nya.
Sebuah ajaran yang telah Ia jelaskan dalam Matius 7:16-23.
Kita dapat membedakan orang yang beriman sejati dengan yang hanya berpura-pura melalui “buah perbuatan” yang mereka hasilkan.
💝
Orang Percaya sejati akan menghasilkan “Buah Roh” yang mendiami mereka (Galatia 5:22-23), sebaliknya “rumput liar” di antara gandum hanya menumbuhkan perpecahan dan perselisihan.
🔥
Kita harus berjaga-jaga terhadap orang sekitar yang ditempatkan musuh kita dalam segala hikmat dan kecerdasan, dan pendisiplinan gerejawi dapat digunakan apabila perlu!
Apa yang diajarkan oleh Tuhan YESHUA di Matius 18:15-20, perlu di terapkan.
Dalam segalanya kita perlu menyampaikan “kebenaran dalam kasih” (Matius 10:16-17; Efesus 4:15).
Bukan malah menghujat satu saudara dengan yang lain.
🌷
Setiap gereja lokal terdiri dari anggota individu, dan cara hidup para anggota ini mempengaruhi fungsi gereja.
Rasul Paulus memperingatkan supaya gereja di Roma berperilaku dengan pantas, “Marilah kita hidup sebagaimana mestinya seperti pada siang hari, bukan dalam pesta pora dan kemabukan, bukan dalam sembarang persetubuhan dan rangsangan badani, bukan dalam perkelahian dan iri hati.”(Roma 13:13).
⚖️
Setiap hari anggota gereja dikelilingi oleh kebudayaan yang bejat, dan satu jam seminggu di dalam gereja tidak cukup menangkal pengaruh kebudayaan sekeliling mereka.
🪔
Perubahan dalam hati adalah karya dari “Roh Kudus” di dalam diri kita.
Adalah tanggung jawab setiap orang percaya mengikuti YESHUA Hamasiakh dan bertumbuh secara rohani melalui langkah-langkah seperti membaca dan mempelajari Kitab suci-Nya, berdoa kepada Elohim, bersekutu dengan orang percaya (Filipi 2:12-13).
🍇
Kehadiran di gereja ini penting, namun kehidupan umat percaya bukan semata-mata menghadiri gereja saja.
Standar dunia berkisar antara mengagungkan diri, membesarkan ego, memenuhi keinginan pribadi, dan menghargai orang lain sembari mereka meninggikan dirinya.
Sikap seperti ini selalu menghasilkan perselisihan dan iri-hati, karena sikap ini tidak beda dengan menyembah diri sendiri.
⚖️
“Bagaimana pemulihan bisa terjadi setelah pecahnya sebuah gereja?”
“Obat penawar” yang dapat menyembuhkan sikap ini ditemukan dalam Titus 2:11-13;
“Karena anugerah Elohim yang menyelamatkan sudah ditampakkan kepada semua orang, ketika mengajari kita supaya dengan menyangkal kefasikan dan keinginan duniawi, kita dapat hidup bijaksana, adil dan saleh pada masa sekarang ini, sambil menantikan pengharapan yang bahagia dan penampakan kemuliaan dari Elohim Yang Mahabesar dan YESHUA HaMashiakh Juruselamat kita,”
💝
“Kasih karunia Elohim”, yang tercurah bagi milik-Nya yang beriman dalam Hamasiakh, memampukan kita menolak hasrat duniawi, menghindari gaya hidup yang asusila dan hidup “rendah hati” antara satu sama lain:
“bukan berdasarkan persaingan atau kemegahan kosong, melainkan dengan kerendahan hati, sambil yang seorang menganggap yang lain lebih tinggi daripada dirinya sendiri.” (Filipi 2:3).
💝
“Perpecahan” dapat dipulihkan melalui “Pertobatan dan Kerendah-hatian”.
Dimana ada perselisihan, adalah baik jika kedua belah pihak bertobat atas segala tindakan atau ucapan yang disampaikan dengan kurang pantas dalam perselisihan itu. Pertobatan juga perlu disertai permohonan maaf dari pihak yang tersakiti.
Dalam sikap rendah hati, setiap pihak perlu memaafkan, dan berkomitmen menghadap hari esok bersama dalam ikatan “Kasih Hamasiakh”.
🪷
Ada kasus tertentu dimana berpisah itu tepat.
Jika kepemimpinan gereja menyimpang dari doktrin alkitabiah kritis seperti keilahian YESHUA Hamasiakh, kelahiran dari perawan, Elohim sebagai Pencipta, pengilhaman serta otoritas Kitab suci atau doktrin dasar lainnya, maka “meninggalkan kelompok itu adalah tindakan yang pantas”!
🪔
Ada berbagai penyebab perpecahan dalam gereja, namun alasan utamanya adalah bahwa seseorang telah melepaskan fokusnya dari YESHUA Hamasiakh dan mulai menyalahgunakan pengajaran atau organisasi gereja bagi kepentingan pribadinya.
🌷
Gereja lebih pantas sebagai “organisme” (sesuatu yang hidup) dibanding sebagai “organisasi”.
Rasul Paulus menggunakan kiasan “tubuh” dalam menggambarkan gereja.
Di dalam 1 Korintus 12 dan Roma 12, ia menjuluki gereja sebagai “tubuh Hamasiakh”.
Kita dipanggil menjadi bagian tubuh yang melakukan kehendak YESHUA Hamasiakh sebagai Kepala.
💐
Jika semua orang di dalam tubuh berfokus melakukan kehendak Bapa surgawi dan menyembah YESHUA Hamasiakh dalam kasih dan kerendah-hatian, maka jika ada perselisihan, perselisihan itu masih dapat diatasi dalam kasih secara pantas.
🪷
Saudara/i-ku yang dikasih Tuhan YESHUA Hamasiakh,…
Marilah kita berdamai satu sama lain, jangan karena ada perbedaan pandangan atau penafsiran, kemudian hal itu menjadi perdebatan dan berujung kepada perselisihan dan pertengkaran, semuanya itu sia-sia, bahkan itu menjadi “batu sandungan” bagi diri kita sendiri dan orang lain.
Kita adalah satu tubuh di dalam Hamasiakh.
1 Korintus 12:12
“Sebab, bahkan sebagaimana tubuh adalah satu tetapi memiliki banyak anggota, dan semua anggota dari tubuh yang satu itu, sekalipun ada banyak, adalah satu tubuh, demikian juga HaMashiakh.”
🕎
Mari kejarlah “perdamaian dan kekudusan”, agar ketika Tuhan YESHUA datang, kita semua di dapati-Nya “pantas dan layak” untuk menjadi mempelai-Nya.
1 Tesalonika 4:7
“Sebab Elohim tidak memanggil kita dasar kecemaran melainkan ke dalam kekudusan.”
🪔
Ibrani 12:14
“Kejarlah perdamaian dengan semua orang, juga kekudusan, karena tanpa itu tidak seorang pun akan melihat Tuhan.”
🌈
𝚂𝚑𝚊𝚕𝚘𝚖,…
𝙷𝚊𝚕𝚎𝚕𝚞𝚈𝚊𝚑.
𝙺𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚃𝚞𝚑𝚊𝚗 𝚈𝙴𝚂𝙷𝚄𝙰 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚖𝚊𝚑 𝚑𝚊𝚝𝚒 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊𝚙 𝚞𝚖𝚊𝚝-𝙽𝚢𝚊.
𝙰𝚖𝚒𝚗. 🙏😇💝
Oleh : Abraham Alex