๐๐ผ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ฝ๐ผ๐๐ผ ๐๐๐๐๐ผ๐๐.
๐
Bagaimana seharusnya kita memahami istilah Kasih Elohim Bapa Surgawi?
๐ท
Rasul Yohanes menulis suratnya di:
1 Yohanes 3:1 (ILT3);
“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang telah Bapa anugerahkan kepada kita sehingga kita disebut anak-anak Elohim, karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.”
๐ช
Ayat ini dimulai dengan perintah: โLihatlah.โ
Rasul Yohanes ingin kita mengamati perwujudan kasih Bapa.
Dia memperkenalkan Kasih Elohim Bapa Surgawi di pasal sebelumnya (1 Yoh 2:5, 15),
5).Tetapi siapa yang memelihara firman-Nya, sesungguhnya kasih Elohim telah disempurnakan di dalam dia. “Dengan ini kita” mengetahui bahwa kita ada di dalam Dia.
15).Janganlah mengasihi dunia ataupun hal-hal yang ada di dalam dunia. Jika seseorang mengasihi dunia, kasih Bapa tidak ada padanya.
๐ช
Ayat diatas, disini rasul Yohanes membahas secara singkat, dan menjelaskan sepenuhnya di pasal keempat.
Tujuan rasul Yohanes ialah menjelaskan jenis Kasih Bapa kepada anak-anak-Nya, yaitu โbetapa besarnya kasih Elohimโ
Dalam bahasa Yunani, kata: โKasihโ (“agapรฉ”) ditemukan 7 kali di dalam kitab Yohanes dan 118 kali di kitab lain dalam Perjanjian Baru dan hal ini “menyiratkan adanya suatu ekspresi keheranan dan kekaguman dari rasul Yohanes”.!
๐
Yang menarik untuk dicermati di sini ialah rasul Yohanes tidak mengatakan, โBapa mengasihi kita.โ Untuk menjelaskannya, dia dapat menjelaskan suatu kondisi.
Sebaliknya, ia menyatakan “betapa besarnya kasih Bapa”, ini artinya bahwa “Bapa surgawi telah โmencurahkanโ kasih-Nya kepada kita.
Ini menggambarkan sebuah tindakan dan luasnya kasih Elohim.
๐ชท
Menarik juga untuk mengamati bahwa Yohanes memilih kata โBapaโ dengan tujuan tertentu.
Kata ini menyiratkan hubungan antara “anak dan ayah”.
Padahal, Elohim tidak menjadi Bapa ketika Ia mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya.
Sifat kebapaan dari Elohim bersifat kekal.
Ia selamanya menjadi Bapa dari YESHUA Hamasiakh dan melalui YESHUA, ia menjadi Bapa kita.
Melalui YESHUA, kita menerima kasih Bapa dan disebut โanak-anak Elohim.โ
๐
Dan menjadi “anak-anak Elohim” tentunya mewarisi harta & kekayaan Bapa surgawi.
Adalah sebuah kehormatan kalau Elohim menyebut kita sebagai anak-anak-Nya dan memberikan jaminan bahwa sebagai anak-Nya, kita menjadi anak dan ahli waris.
Roma 8:17 (ILT3)
“Dan karena anak-anak, maka ahli waris juga, benar-benar ahli waris Elohim dan sesama pewaris dengan HaMashiakh –jika kita menderita bersama, maka kita juga dapat dimuliakan bersama.
๐ฅ
Dalam Injilnya, rasul Yohanes juga menyatakan bahwa Elohim memberikan hak untuk menjadi anak Elohim kepada mereka yang menerima Hamasiakh sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
Yohanes 1:12 (ILT3)
Namun, berapa banyak orang yang telah menerima Dia, kepada mereka Dia telah memberikan otoritas untuk menjadi anak-anak Elohim, yaitu kepada mereka yang percaya dalam Nama-Nya,
๐
Elohim memperluas kasih-Nya kepada Putera Elohim, yaitu YESHUA Hamasiakh dan, melalui DIA, kepada seluruh anak-anak-Nya.
๐ท
Ketika Yohanes menyatakan โDengan ini kita!โ (1 Yoh 5:2) diatas, Rasul Yohanes menyatakan kebenaran status kita.
Sekarang ini, saat ini, kita adalah “anak-anak Elohim”.
Kita menikmati seluruh hak dan keistimewaan yang menyertai status itu, karena kita telah menyadari bahwa YAHWEH Elohim adalah Bapa kita.
๐ช
Dan sebagai anak-anak-Nya, kita mengalami kasih-Nya.
Karena kita sebagai anak-anak-Nya mengetahui bahwa Ia adalah Bapa, maka kita mengalami hikmat surgawi akan Elohim.
Kita menaruh kepercayaan dan iman kepada Bapa yang mengasihi kita, memelihara kita, melindungi kita seperti ayah kita di dunia.
Dan sebagaimana mestinya seorang ayah di dunia, Elohim mendisiplinkan anak-anak-Nya ketika mereka melanggar atau tidak mematuhi perintah-Nya.
Ia melakukan ini untuk kebaikan kita, โsupaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nyaโ.
Ibrani 12:10-11 (ILT3)
10).Sebab, mereka sesungguhnya mendidik untuk beberapa waktu sesuai dengan apa yang tampak kepada mereka, tetapi Dia untuk apa yang lebih bermanfaat, sehingga kita mengambil bagian akan kekudusan-Nya.
11).Dan setiap didikan memang sepertinya tidak mendatangkan sukacita, melainkan dukacita, namun kemudian dia menghasilkan buah kebenaran yang damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
๐ช
Di dalam kitab suci-Nya, mendeskripsikan mereka yang mengasihi dan menaati-Nya dengan berbagai istilah.
Kita adalah:
+. Anak2 Elohim dan ahli waris Hamasiakh (Rom 8:17);
+.Imamat kudus (1 Pet 2:5);
+.Ciptaan baru (2 Kor 5:17);
+.Orang yang boleh ikut mengambil bagian dalam kodrat ilahi (2 Pet 1:4).
๐
Namun lebih dari semuanya itu โ lebih penting dari segala gelar atau jabatan โ yaitu fakta mengenai kita sebagai “Anak2 Elohim”, dan YAHWEH Elohim sebagai Bapa kita di surga.
๐ชท
Bersyukurlah dan bersukacitah, bahawa karena “CINTA KASIH-NYA YAHWEH” Elohim begitu besar bagi umat manusia, dahulu kita adalah “pendosa”, namun sekarang, setelah kita diberi pengampunan dan diselamatkan bahkan lebih dari itu kita dijadikan “Anak2 Elohim” dan mewarisi Kerajaan-Nya!
Inilah Anugerah yang terbesar bagi hidup kita.
๐
Shalom,..
HaleluYah.
Bapa Surgawi memberkati kita semua.
Amin..๐๐๐
Oleh: Abraham Alex