๐— ๐—˜๐—ช๐—”๐—ฅ๐—œ๐—ฆ๐—œ ๐—ฆ๐—œ๐—™๐—”๐—ง-๐—ฆ๐—œ๐—™๐—”๐—ง ๐—˜๐—Ÿ๐—ข๐—›๐—œ๐— .#

๐— ๐—˜๐—ช๐—”๐—ฅ๐—œ๐—ฆ๐—œ ๐—ฆ๐—œ๐—™๐—”๐—ง-๐—ฆ๐—œ๐—™๐—”๐—ง ๐—˜๐—Ÿ๐—ข๐—›๐—œ๐— .
๐Ÿ•Ž
Shalom Aleichim – Salam Damai dan sejahtera bagi umat Elohim.
๐Ÿ’
Sang Pencipta Surga dan bumi, yaitu YAHWEH Elohim, mengungkapkan Diri-Nya kepada semua orang percaya melalui Firman-Nya di dalam Kitab suci-Nya dan melalui Putra-Nya (Hamasiakh YESHUA).
๐Ÿช”
Semakin banyak kita mempelajari Kitab suci, semakin besar pengertian kita akan “karakteristik Elohim serta sifat-sifat-Nya.”
Sebagai manusia fana, kita seringkali gagal mengerti kuasa dan kemuliaan Elohim yang telah menciptakan waktu, ruang, masa, dan seluruh kehidupan pada alam semesta. โ€œSebab, sebagaimana langit lebih tinggi daripada bumi, demikianlah jalan-jalan-Ku lebih tinggi daripada jalan-jalanmu, dan rancangan-rancangan-Ku daripada rancangan- rancanganmu.” (Yesaya 55:9).
๐Ÿ’
Bagaimana seharusnya seorang umat percaya dapat mewarisi karakter dan sifat2 Elohim?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita akan berfokus kepada tiga karakteristik Elohim dan respon orang percaya terhadap masing-masing.
๐Ÿชท
Kemungkinan sifat yang paling penting dari Elohim adalah atribut moral “Kekudusan-Nya”:
Di dalam kitab Yesaya 6:3 dan Wahyu 4:8 meggambarkan kekudusan Elohim secara tiga kali lipat:
Yesaya 6:3 (ILT3);
“Dan yang ini berseru kepada yang itu, dan berkata, โ€œKudus, kudus, kuduslah YAHWEH Tsebaot; seluruh bumi penuh dengan kemuliaan-Nya.”
๐Ÿช”
Wahyu 4:8 (ILT3);
“Dan keempat makhluk hidup masing-masing pada dirinya sendiri memiliki enam sayap di sekelilingnya, dan di dalamnya penuh dengan mata, dan siang dan malam mereka tidak beristirahat untuk mengatakan, โ€œKudus, kudus, kuduslah YAHWEH, Elohim Penguasa Semesta, Yang Sudah Ada, dan Yang Ada dan Yang Akan Datang.โ€
๐ŸŒท
Hanya di saat seorang mengerti “Kekudusan Elohim” dibandingkan keberdosaan manusia, baru adanya harapan bagi pertobatan yang benar.
โš–๏ธ
Ketika kita menyadari akibat yang menyeramkan terhadap dosa – yaitu Kematian Kekal dan mempertimbangkan bahwa Putra Elohim yang tidak berdosa dengan penuh derita menanggung hukuman kita, kesadaran itu membuat kita berlutut dan bertobat.
๐ŸŒท
Kita terdiam membisu di hadapan kekudusan Elohim, terheran-heran ketika menyadari kehormatan yang disyaratkan oleh kekudusan-Nya.
Sama seperti Ayub, kita akan berkata;
โ€œLihatlah, aku sangat hina! Aku harus menjawab apa kepada-Mu? Aku akan meletakkan tanganku di mulutku.” (Ayub 40:4).
๐Ÿ”ฅ
Memahami kekudusan Elohim menyebabkan kita meninggikan belas kasihan-Nya;
2 Korintus 1:3 (ILT3) “Terberkatilah Elohim dan Bapa Tuhan kita YESHUA HaMashiakh, Bapa kemurahan dan Elohim segala penghiburan,”
๐Ÿ’
Sifat yang kedua
“Belas Kasih-Nya”:
Roma 9:15 (ILT3)
“Sebab Dia berfirman kepada Musa, โ€œAku mau merahmati siapa yang mau Aku rahmati, dan Aku mau beri belas kasihan siapa yang mau Aku belas kasihani.โ€

Kasih Karunia-Nya, dan pengampunan-Nya (Roma 5:17) terhadap kita.
“Sebab jika oleh kesalahan satu orang, maut berkuasa melalui satu orang itu, terlebih lagi mereka yang menerima kelimpahan anugerah dan karunia kebenaran akan memerintah dalam kehidupan melalui satu orang, yaitu YESHUA HaMashiakh.”
๐Ÿช”
Mazmur 130:3-4 (ILT3)
3). Jika Engkau menunjukkan kesalahan-kesalahan, ya YAH, ya Tuhanku, siapakah yang bertahan?
4). Namun pengampunan ada pada-Mu sehingga Engkau ditakuti.
๐Ÿ’
Sifat Elohim yang paling menawan adalah “Kasih-Nya”:
Kasih menyaratkan hubungan, dan sepanjang kekekalan Sang Bapa, Putra, dan Roh Kudus telah berada dalam sebuah hubungan.
Elohim menciptakan kita menurut rupa-Nya, dan kita diciptakan untuk berhubungan dengan-Nya (Kejadian 3:17-18; Roma 1:19-20).
Begitu besar “Kasih Elohim” sehingga DIA mengutus satu-satu-Nya Putra-Nya demi menebus dosa kita.
๐Ÿช”
Di dalam surat;
1 Yohanes 4:16-19 (ILT3)
16).Dan kita telah mengenal dan telah mengimani kasih yang Elohim miliki di dalam kita. Elohim adalah kasih, dan siapa yang tetap tinggal di dalam kasih, dia tetap tinggal di dalam Elohim dan Elohim di dalam dia.
17).Dalam hal ini kasih telah disempurnakan bersama kita, supaya kita dapat memiliki keyakinan pada hari penghakiman; karena sebagaimana Dia ada, kita juga ada di dalam dunia ini.
18).Di dalam kasih tidak ada ketakutan. Sebaliknya, kasih yang sempurna membuang ke luar ketakutan, karena ketakutan mengandung hukuman, dan siapa yang takut, ia belum disempurnakan di dalam kasih.
19).Kita mengasihi Dia, sebab Dia lebih dahulu mengasihi kita.
๐ŸŒท
Elohim telah menyediakan solusi terhadap dosa dalam diri Hamasiakh YESHUA.
Adonai YESHUA datang untuk mengambil alih hukuman kita dan memuaskan keadilan Elohim (Yohanes 1:1-5,14,29). Di Kalvari, di atas Kayu salib-Nya, “Kasih dan Keadilan Sempurna Elohim” bertemu.
๐Ÿ”ฅ
Ketika kita mulai menangkap betapa besar “Kasih Elohim”, respon kita adalah rendah hati, pertobatan, dan mengembalikan kasih.
๐Ÿชท
Sama seperti Raja Daud, kitapun akan berdoa supaya Elohim mengkariakan sebuah hati yang murni dan sebuah roh yang teguh di dalam diri kita (Mazmur 34:18).
Mazmur 51:10, 17 (ILT3);
10).Buatlah aku mendengar sukacita dan kegembiraan; tulang yang telah Engkau remukkan akan bersukacita.
17).Ya Tuhan, engkau akan membuka bibirku, dan mulutku akan menyatakan kepujian-Mu.
๐Ÿช”
Elohim hidup di tempat yang tinggi dan kudus, tetapi bersama-Nya adalah orang percaya yang remuk dan rendah hati.
Yesaya 57:15 (ILT3)
Sebab, beginilah Yang Mahatinggi yang mendiami kekekalan dan yang Nama-Nya adalah Kudus, berfirman, โ€œAku bersemayam dalam ketinggian dan di tempat yang kudus, bahkan dengan orang-orang yang remuk dan rendah hati dalam roh, untuk memulihkan roh orang-orang yang rendah hati, dan untuk memulihkan hati orang-orang yang remuk.
๐Ÿ’
Pada akhirnya, kita perlu mempertimbangkan kedaulatan Elohim (Mazmur 71:16; Yesaya 40:10;
Lihatlah, Tuhan YAHWEH akan datang dengan kekuatan, dan lengan-Nya memerintah bagi-Nya. Lihatlah upah-Nya ada bersama-Nya, dan pahala-Nya di hadapan-Nya.
๐Ÿ”ฅ
Elohim bersifat abadi, dari kekekalan sampai kekekalan (Mazmur 90:2).
DIA adalah sumber segala kehidupan (Roma 11:33-36).
DIA berada secara mandiri dari ciptaan-Nya (Kisah 17:24-28).
๐Ÿ‡
Abraham, Samuel, Yesaya, Daniel, dan Daud semua mengakui YAHWEH sebagai Elohim mereka yang berdaulat:
“10).Lalu Daud memuji YAHWEH di depan mata seluruh jemaat; dan Daud berkata, โ€œTerpujilah Engkau, ya YAHWEH, Elohim Israel, leluhur kami, selamanya.
11).Bagi-Mu ya YAHWEH, kebesaran, dan kekuasaan, dan kemuliaan, dan kemenangan serta keagungan; segala yang ada di langit dan di bumi kepunyaan-Mu! Ya YAHWEH, kepunyaan-Mulah kerajaan, dan Engkau meninggikan diri-Mu melebihi segalanya, sebagai Kepala;
12).dan kekayaan, dan kehormatan berasal dari hadapan-Mu, dan Engkau berkuasa atas segalanya; di dalam tangan-Mulah kuasa dan keperkasaan, dan di dalam tangan-Mulah yang menjadikan besar, dan memberi kekuatan untuk segalanya.
13).Dan sekarang, ya Elohim kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji Nama-Mu yang mulia.” (Pernyataan Daud dalam 1 Tawarikh 29:10-13).
๐ŸŒท
Orang percaya menghormati Elohim yang Berdaulat yang telah menebusnya dan dengan sukarela tunduk kepada-Nya (2 Petrus 2:1; Yakobus 4:7; Yudas 1:4).
๐Ÿชท
Raja Daud dengan fasih merangkum karakteristik Elohim di dalam Mazmur 93:1-5 (ILT3);
1).YAHWEH memerintah; Dia berjubahkan kemuliaan; YAHWEH berpakaian kekuatan; Dia menyiapkan diri, dan dunia ditegakkan, tidak terguncang.
2).Takhta-Mu dikukuhkan dari semula; Engkau ada dari kekal.
3).Air bah telah meluap, ya YAHWEH; air bah telah meninggikan suaranya, air bah telah meningkatkan gemuruh gelombangnya.
4).Sesungguhnya YAHWEH di tempat Yang Mahatinggi, lebih daripada bunyi air yang besar dan kedahsyatan debur ombak.
5).Kesaksian-kesaksian-Mu telah sangat diteguhkan; kekudusan pantas berada di dalam bait-Mu, ya YAHWEH, untuk sepanjang masa.
๐Ÿช”
Hanya beberapa manusia beriman diberi kehormatan untuk mengalami kehadiran Elohim, dimana Elohim befirman langsung kepada mereka.

Inilah cara beberapa dari mereka memberi respon:
Moseh (Musa) meminta melihat kemuliaan Elohim, dan Elohim setuju untuk menyebabkan seluruh kebaikan-Nya untuk berlewat di hadapan Musa.
Keluaran 33:21-23 (ILT3);
21).Dan berfirmanlah YAHWEH, โ€œLihatlah, ada tempat di dekat-Ku, dan engkau dapat berdiri di atas batu cadas.
22).Dan akan terjadi, saat kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau di celah batu cadas, dan Aku akan menudungkan telapak tangan-Ku ke atasmu sampai Aku lewat.
23).Lalu Aku akan menarik telapak tangan-Ku, dan engkau akan melihat bagian belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan terlihat.โ€
๐Ÿ”ฅ
Respon Moseh (Musa) adalah bersujud dan menyembah.
Seperti Musa, setiap orang akan bersujud dan menyembah Elohim, dipenuhi dengan kekaguman sambil merenungkan kemuliaan Elohim kita.
๐Ÿ’
Ayub tidak kehilangan imannya di dalam Elohim, walaupun itu di tengah situasi yang begitu mengenaskan yang menguji dirinya dengan tajam.
Ayub 13:15 (ILT3);
“Lihatlah! Dia akan membunuhku, aku tidak akan menunggu, tetapi aku akan membenarkan jalanku di hadapan-Nya.

Ayub terdiam bisu ketika Elohim berbicara padanya dari dalam badai.
Ayub mengaku bahwa ia mengutarakan hal yang tidak ia mengerti, hal-hal mulia yang melampaui akalnya.
Ayub 42:1-6 (ILT3)
1).Lalu Ayub menjawab YAHWEH dan berkata,
2).โ€œAku mengetahui bahwa Engkau dapat melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
3).Siapakah yang menyembunyikan nasihat tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya aku menyatakannya, tetapi tidak mengerti hal-hal yang sangat ajaib bagiku; ya, aku tidak tahu!
4).Aku memohon kepada-Mu! Dengarkanlah, dan aku akan berbicara; aku akan bertanya kepada-Mu, dan Engkau akan membuatku mengerti.
5).Aku telah mendengar Engkau hanya dengan telinga saja, tetapi sekarang mataku telah melihat Engkau;
6).Oleh karena itu aku memandang hina diriku sendiri dan aku telah bertobat dalam debu dan abu.โ€
๐Ÿช”
Seperti Ayub, respon kita terhadap Elohim adalah “ketaatan yang rendah hati dan percaya, ketundukan terhadap kehendak-Nya”, baik kita mengerti ataupun tidak.
๐Ÿช”
Nabi Yesaya mendapat penglihatan Elohim yang sedang menduduki takhta-Nya dan para malaikat serafim yang saling menyerukan;
Yesaya 6:3 (ILT3)
“Dan yang ini berseru kepada yang itu, dan berkata, โ€œKudus, kudus, kuduslah YAHWEH Tsebaot; seluruh bumi penuh dengan kemuliaan-Nya.โ€
๐Ÿช”
Begitu terbelalaknya ia terhadap penglihatan tersebut sehingga Yesaya berseru:
“Kemudian aku berkata, โ€œCelaka bagiku, karena aku binasa! Sebab, aku seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah umat yang najis bibir, oleh karena mataku telah melihat Raja, YAHWEH Tsebaot.(Yesaya 6:5).

Nabi Yesaya menyadari bahwa dirinya adalah orang berdosa di hadapan Elohim yang Kudus, dan responnya adalah pertobatan.
๐Ÿช”
Penglihatan rasul Yohanes akan takhta Elohim di surga membuatnya kagum dan terheran.
Yohanes jatuh seperti ia mati di kaki Elohim yang berada dalam kemuliaan-Nya.(Wahyu 1:17-18).
Seperti Yesaya dan Yohanes, kita harus “rendah hati” di dalam hadirat Elohim yang begitu mulia.
๐ŸŒท
Ada berbagai karakteristik Elohim lainnya yang diungkapkan dalam kitab suci-Nya.
Kesetiaan Elohim menginspirasi kepercayaan kita terhadap-Nya.
Kasih karunia-Nya menginspirasi rasa bersyukur kita terhadap-Nya.
Kuasanya menciptakan kekaguman.
Pengertian-Nya menyebabkan kita untuk meminta hikmat-Nya.
Yakobus 1:5 (ILT3)
Dan apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, biarlah dia meminta dari Elohim, yang memberikan kepada semua orang dengan bebas dan dengan tidak mencela, maka hal itu akan diberikan kepadanya.
๐Ÿชท
Mereka yang mengenal Elohim akan berperilaku dengan segala kekudusan dan hormat.
1 Tesalonika 4:4-5 (ILT3)
4).sehingga masing-masing kamu tahu memiliki bejananya sendiri dalam kekudusan dan kehormatan,
5).bukan dalam hawa nafsu hasrat, sama seperti bangsa-bangsa lain juga yang tidak mengenal Elohim,
๐Ÿช”
Sudahkah kita mewarisi sifat dan karakteristik Elohim di dalam hidup kita?

Roma 5:1-5 (ILT3)
1).Sebab itu, setelah dibenarkan oleh iman, kita memiliki damai sejahtera dengan Elohim melalui Tuhan kita YESHUA HaMashiakh;
2).melalui Dia juga, kita telah mendapatkan jalan masuk ke dalam anugerah ini dengan iman, yang dengannya kita berdiri dan bermegah atas pengharapan akan kemuliaan Elohim.
3).Dan bukan hanya itu, tetapi kita juga bermegah dalam kesukaran, karena mengetahui bahwa kesukaran itu membuahkan ketabahan,
4).dan ketabahan membuahkan karakter yang teruji, dan karakter yang teruji, pengharapan;
5).dan pengharapan tidak mempermalukan, karena kasih Elohim telah dicurahkan ke dalam hati kita melalui Roh Kudus yang dikaruniakan kepada kita.
๐ŸŒˆ
Shalom,..
HaleluYah.
Bapa YAHWEH Elohim di dalam YESHUA Hamasiakh memberkati dan melindungi kita semua.
Amin..๐Ÿ™๐Ÿ˜‡๐Ÿ’

Oleh Abraham Alex