BATASAN DOSA
🕎
Shalom Aleichim- Salam Damai Sejahtera bagi umat Elohim.
⚖️
Kadang orang bertanya;
Apa dan bagaimana “batasan dosa” yang dapat dilakukan Umat Percaya?
💐
Umat percaya masih melakukan dosa setelah mereka mendapatkan keselamatan – kita tidak akan sepenuhnya bebas dari dosa sampai kita mati atau sampai di waktu Tuhan YESHUA kembali untuk kedua kalinya.
Akan tetapi, menjadi “Umat Percaya yang Sejati” akan menghasilkan sebuah kehidupan yang “telah berubah” (2 Korintus 5:17).
🪔
Seseorang percaya kepada YESHUA, seharusnya tidak lagi menghasilkan perbuatan-perbuatan kedagingan (Galatia 5:19-21), melainkan menghasilkan buah-buah Roh (Galatia 5:22-23), seiring berjalan dalam “pola pikir Roh” dan dipimpin oleh Roh Kudus.
🌷
Perubahan ini tidak terjadi secara instan, melainkan secara bertahap dan butuh proses.
Jika seseorang tidak menunjukkan kehidupan yang berubah, ia bukanlah “Umat Percaya Sejati”.
💝
Orang2 yang sudah mengenal kebenaran, namun masih terlibat di dalam kedagingan dunia, hal ini disebut mereka melakukan “dosa yang keji”.
Karena sudah mengetahui kebenaran, namun tetap melakukan dosa!
Lain halnya bagi mereka yang belum mengenal kebenaran!
Hati-hati dengan sikap seperti ini, karena kita diingatkan di dalam firman-Nya;
Roma 1:32
“yang walaupun telah mengetahui sepenuhnya peraturan Elohim, bahwa mereka yang melakukan hal-hal seperti itu layak mati, mereka bukan saja melakukannya, tetapi juga setuju dengan orang-orang yang melakukan.”
Ibrani 10:26-27 (ILT3)
26). Sebab, apabila kita dengan sengaja berbuat dosa, sesudah menerima pengetahuan penuh akan kebenaran, maka bagi dosa itu tidak ada lagi tersedia pengurbanan,
27). melainkan suatu gambaran masa depan yang menakutkan tentang penghakiman dan kecemburuan yang menyala-nyala yang akan segera melahap para penentang.
🪷
Halaman sejarah dipenuhi dengan rekaman kejahatan yang dilakukan oleh “orang percaya (orang yang mengklaim dirinya Kristen).
Walaupun Tuhan YESHUA telah mati untuk dosa mereka, ini suatu alasan yang kuat untuk menghindari perbuatan-perbuatan berdosa itu!
🍇
Di dalam 1 Korintus 6:9-11, rasul “Paulus” menggambarkan berbagai gaya hidup berdosa.
1 Korintus 6:9-11 (ILT3)
9). Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak benar, mereka tidak akan mewarisi kerajaan Elohim. Janganlah kamu disesatkan: bukan orang-orang cabul, bukan para penyembah berhala, bukan para pezina, bukan yang banci, bukan para homoseks,
10). bukan para pencuri, bukan orang-orang tamak, bukan para pemabuk, bukan para pencerca, bukan pula para pemeras, yang akan mewarisi kerajaan Elohim.
11). Dan beberapa orang “dahulu” adalah seperti itu, tetapi kamu telah dibasuh, terlebih telah dikuduskan, terlebih lagi telah dibenarkan dalam Nama Tuhan YESHUA dan dalam Roh Elohim kita.
Perhatikan kata “dahulu.” Dahulu, pembacanya turut mengambil bagian dalam gaya hidup yang didaftarkan dalam ayat 9-10, tetapi sekarang mereka sudah berbeda. Apakah seseorang “pezinah, pemabuk, homoseksual, peleceh anak”, dsb, dapat diselamatkan?
Jawabannya: Ya.
Apakah seseorang yang telah menerima kebenaran, kemudian mereka meneruskan gaya hidup yang lama dapat diselamatkan?
Jawabannya: Tidak.
Karena orang tsb kembali ke “manusia lama”nya.., kembali jatuh di dalam dosa!.
🔥
Doktrin tentang “sekali selamat tetap selamat adalah mutlak salah!”
Doktrin ini, yang melemahkan iman bagi umat percaya!
Karena mereka menganggap cukup hanya dengan percaya (iman) saja, terus tanpa upaya untuk menjaga kesucian dan kekudusan mereka pikir tetap selamat, ternyata tidak demikian.
💐
Ketika kita menjadi orang percaya kepada Hamasiakh, kehidupan kita berubah.
Siapapun yang hidup dalam gaya hidup yang berdosa dan mengklaim dirinya seorang umat percaya, dia sedang berbohong, menipu dirinya, atau orang yang bakal dihakimi dan di disiplin oleh Elohim.
Seperti tertulis di dalam kitab
Ibrani 12:5-11 (ILT3);
5). Tetapi kamu telah dibuat lupa akan nasihat yang Dia bicarakan kepada kamu seperti kepada anak-anak, “Hai anak-Ku, janganlah menganggap ringan didikan YAHWEH, jangan pula menjadi tawar hati ketika ditempelak oleh-Nya.
6). Sebab siapa yang YAHWEH kasihi, Dia mendidiknya, dan setiap anak yang Dia terima, Dia mencambuknya.”
7). Jika kamu tabah menanggung didikan, Elohim bertindak kepada kamu seperti kepada anak-anak. Sebab siapa yang menjadi anak yang ayahnya tidak mendidiknya?
8).Namun jika kamu tanpa didikan –yang dengannya semua orang telah menjadi mitranya– maka kamu bukanlah anak-anak, melainkan anak-anak haram.
9). Selanjutnya, kita memang mempunyai pendidik yaitu ayah jasmani kita, dan kita menghormatinya. Tidakkah kita akan lebih taat lagi kepada Bapa segala roh agar kita hidup?
10). Sebab, mereka sesungguhnya mendidik untuk beberapa waktu sesuai dengan apa yang tampak kepada mereka, tetapi Dia untuk apa yang lebih bermanfaat, sehingga kita mengambil bagian akan kekudusan-Nya.
11). Dan setiap didikan memang sepertinya tidak mendatangkan sukacita, melainkan dukacita, namun kemudian dia menghasilkan buah kebenaran yang damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
🪷
Perbedaan antara orang berdosa yang tidak percaya dan orang berdosa yang percaya adalah bahwa yang pertama menikmati dosanya sedangkan yang terakhir membenci dosanya.
Orang percaya yang tersandung dalam perjalanannya bersama Tuhan akan menyesali perbuatannya, mengakuinya, menginginkan supaya tidak terulang lagi, dan berusaha mengandalkan kuasa dan kasih karunia Elohim untuk menghindarinya. Ia tidak menghitung seberapa banyak dosa yang dapat ia lakukan.
Sebaliknya, ia berusaha untuk menghindari segala bentuk dan penampilan yang berdosa.
🌷
Saudara/i-ku yang sangat dikasih Tuhan YESHUA.
INGAT..!
bahwa “dosa sekecil” apapun itu bisa membawa “MAUT”.
Jangan toleransi dengan “dosa” walaupun sekecil apapun.
Standar yang minta oleh Bapa Surgawi untuk bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga adalah begitu tinggi, maka untuk memenuhi standar surgawi, kita harus mengikuti teladan dari YESHUA Hamasiakh sendiri sebagai “Batu Penjuru”, Adonai YESHUA telah meletakkan “path” atau “jalur” tapak batu-Nya menuju ke surga.
Adonai YESHUA adalah standar penyedia yang tertinggi untuk memenuhi tuntutan bisa masuk ke dalam Kerajaan surga.
Makanya Tuhan YESHUA katakan :
“Oleh karena itu, hendaklah kamu menjadi sempurna, sebagaimana Bapamu yang di surga adalah sempurna.” (Mat. 5:48)
Tetap fokus kepada Adonai YESHUA, bukan kepada manusianya, siapapun orangnya, apa lagi mengkultuskannya.
🌈
Shalom,
HaleluYah..
Adonai YESHUA memberkati dan melindungi kita semua.
Amin…🙏😇💝
Oleh: Abraham Alex