Titanic dan Gunung Es – Sesi 02.#

Titanic dan Gunung Es – Sesi 02 ~ (Maaf jika aku terlambat 100 tahun)

Shalom sdr. sdri.ku yang dikasihi Yeshua HaMashiakh

Kembali kita lanjut belajar dari tenggelamnya kapal Titanic yang diklaim teraman justru tenggelam karena menabrak gunung es.

Frederick Fleet adalah salah satu awak kapal yang bertugas mengintai kondisi lautan dari atas kapal. Fleet bersama seorang anggota kru lainnya adalah yang pertama menemukan gunung es yang akan menenggelamkan Titanic. Fleet mengucapkan kata-kata yang dikenang sampai sekarang, “Gunung es! Tepat di depan!”

Setelah kapal tenggelam, Fleet berhasil masuk ke satu sekoci dan mendayung untuk menyelamatkan orang-orang yang ada di dalam lautan.

Saat kembali ke daratan, Fleet menjalani interogasi persidangan yang tak terhitung jumlahnya untuk menentukan apakah dengan bantuannya bencana itu bisa dihindari.

Fleet bersikeras bahwa segala sesuatunya akan berubah secara berbeda seandainya dia diberi sepasang teropong. Jika dia diberi teropong, maka gunung es akan terlihat dari kejauhan sehingga tabrakan akan dapat dihindari.

Karena depresi dan perasaan bersalah, Fleet bunuh diri pada tahun 1965 setelah kematian istrinya.

Pada peringatan 100 tahun tenggelamnya Titanic, seseorang meninggalkan sepasang teropong di nisan Fleet, dengan catatan bertuliskan “Maaf karena sudah terlambat 100 tahun.”

Mari sdr. sdri.ku, kita lihat apa makna rohani dari gunung es selain sebagai kemarahan Elohim yang sudah diulas kemarin. Gunung es juga dapat diartikan sebagai rintangan/kesulitan/permasalahan hidup akibat dari kutuk dosa.

Lalu apa makna dari teropong sendiri?

Teropong adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda dengan jarak jauh sehingga terlihat lebih dekat dan jelas.

Teropong dalam makna rohani dikaitkan dengan gunung es permasalahan adalah kemampuan kita untuk memandang permasalahan/cobaan hidup dengan jeli dan jujur serta mencari tahu sumber permasalahannya dengan mengandalkan Elohim.

Darimana datangnya permasalahan hidup?

Ulangan 28:20 dan Roma 2:9 menjawab pertanyaan ini:

Ulangan 28:20 (ILT3)
YAHWEH akan mendatangkan kutuk atasmu, kesulitan dan hajaran dalam semua pekerjaan tanganmu yang engkau kerjakan, sampai engkau dihancurkan dan sampai engkau binasa dengan segera, karena kejahatan perbuatanmu yang engkau telah meninggalkan Aku.

Roma 2:9 (ILT3)
kesukaran dan kesulitan, ada atas setiap jiwa manusia yang mengerjakan kejahatan, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.

Namun kedagingan manusia mengakibatkan jatuh dalam dosa yang berakibat terjadinya kutuk permasalahan ataupun cobaan / kesulitan yang menghadang kita.

Janganlah kita larut dalam dosa dan permasalahan hidup. Karena davar mengatakan bahwa kasih HaMashiakh senantiasa beserta manusia.

Elohim telah memberikan keselamatan melalui pengorbanan Yeshua di kayu salib. Lewat kematian-Nya bukan hanya kita memperoleh keselamatan, namun juga memperoleh berkat, cinta dan kasih Elohim yang selalu menyertai kita.

Roma 8:35 (ILT3)
Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih HaMashiakh: kesukaran, atau kesulitan, atau penganiayaan, atau kelaparan, atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

Jadilah pelaku davar yang baik bukan pendengar davar yang baik!

Yakobus 1:23-24 (ILT3):
Sebab jika seseorang menjadi pendengar firman tetapi bukan pelaku, ia ini telah menjadi seperti orang yang mengamati wajah aslinya pada sebuah cermin, karena, dia mengamati dirinya, tetapi setelah pergi, maka dia segera melupakan seperti apakah dirinya.

Namun, sering kita lupa saat menghadapi kesulitan / cobaan kita menggunakan kepintaran kita. Akibatnya permasalahan yang semula tampak kecil seperti puncak gunung es ternyata membesar di kedalaman dosa yang semakin meluas.

Elohim itu Kasih Karena itu letakkan smua permasalahan kita di kaki Elohim, tetaplah bersukacita ketika kita menghadapi kesulitan/cobaan, tetap tabah dan bertekunlah di dalam doa karena pertolongan Elohim pasti turun atas kita bahkan Elohim memberikan berkat-berkat yang tidak terduga bagi anak-anak-Nya yang percaya kepada-Nya.

Roma 12:12 (ILT3):
dengan bersukacita dalam pengharapan, dengan tabah dalam kesukaran, dengan bertekun dalam doa

Kisah Para Rasul 7:10 (ILT3):
dan melepaskannya dari segala kesukarannya, dan Dia memberikan kepadanya anugerah dan hikmat di hadapan Firaun, raja Mesir, dan dia menetapkannya untuk menjadi Pemimpin atas Mesir dan seluruh istananya.

Mari sdr. sdri.ku yang terkasih, janganlah kita terlambat bertobat karena larut dalam kedagingan. Pakailah Yeshua sebagai teropong hidupmu. Davarnya kita pakai untuk meneropong dan mengevaluasi diri kita terus apakah kita telah hidup sesuai dengan kehendak-Nya sehingga layak untuk mendapatkan keselamatan kekal.

HalleluYah..!
Bapa Yahweh beshem Yeshua HaMashiakh memberkati kita smua. Amien.

Oleh: Sarah Vivien