๐๐๐๐๐๐๐ก๐๐๐ก
โ๏ธ
๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐๐๐๐ – ๐๐๐๐๐ ๐ณ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ด๐๐๐๐๐.
๐
“Apakah istilah “Kedagingan” itu?”
Mari kita simak tulisan renungan ini…
HaleluYah…
๐ช
Sejak penciptaan manusia pertama, dosa yang diwariskan dari Adam menjalar ke semua umat manusia, ini yang disebut “Akar Dosa”.
Roma 5:12 (ILT3).
“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia melalui satu orang dan maut masuk melalui dosa itu, demikian juga maut menjalar kepada semua manusia, karena semua orang telah berbuat dosa.”
๐
Ada “unsur jahat” yang telah di injeksi oleh Satan ke dalam Tubuh Alamiah Adam dan Hawa, yaitu “Hawa Nafsu”, ini lah Akar Dosa yang disebut sebagai “kedagingan” yang diwarisi kepada keturunannya hingga saat ini.
Jadi ada “dosa di dalam daging”.
“Dosa itu adalah manifestasi Satan”, yang ada di dalam Kedagingan kita.
๐ท
Rasul Paulus, yang secara terbuka mengakui perjuangan pribadinya dalam melawan dosa alamiahnya:
Roma 7:5 (ILT3)
“Sebab ketika kita berada di dalam daging, hasrat dosa melalui torah bekerja di dalam anggota tubuh kita sehingga berbuah kematian.”
Rasul Paulus juga mengatakan bahwa: Dosa adalah suatu “persona (pribadi)” yang ada dan aktif di dalam kedagingan setiap manusia.
๐ช
Roma 7:14-21 (ILT3)
14). “Sebab kita telah mengetahui bahwa torah adalah rohaniah, sedangkan aku adalah jasmaniah, yang terjual di bawah dosa.”
15). “Sebab apa yang aku kerjakan, tidaklah aku ketahui, karena bukan apa yang aku ingini, aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, aku lakukan.”
16). “Dan, jika apa yang aku ingini tidak aku lakukan, maka aku setuju dengan torah bahwa hal itu baik.”
17). “Namun sekarang, bukanlah lagi aku yang mengerjakannya, tetapi dosa yang tinggal di dalam aku.”
18). “Sebab aku mengetahui, bahwa di dalam diriku, yaitu di dalam dagingku, tidak berdiam sesuatu yang baik, karena hal berkehendak ada di dalam diriku, tetapi untuk mengerjakannya, tidak aku temukan yang baik.”
19). “Sebab yang baik yang aku kehendaki, tidak aku lakukan, tetapi yang jahat yang tidak aku kehendaki, aku lakukan.”
20). “Dan, jika apa yang tidak aku kehendaki, itu yang aku lakukan, maka bukan lagi aku yang mengerjakannya melainkan dosa yang berdiam di dalam aku.”
21). “Jadi, aku menemukan sebuah hukum, bahwa ketika aku hendak melakukan yang baik, yang jahat itu muncul di dalam diriku.”
๐
Di dalam suratnya, rasul Paulus menyatakan kepada jemaat di Roma bahwa ada sesuatu โdi dalam anggota-anggotaโ tubuhnya yang dia sebut sebagai โkedagingannya,โ yang menimbulkan kesukaran di dalam kehidupan umat percaya, dan menjadikannya sebagai tawanan dosa.
Rasul Paulus menerapkan โkedaginganโ dari manusia seutuhnya, baik tubuh, jiwa, akal dan termasuk semua bakat dan kemampuan yang dimilikinya, karena segala sesuatu yang ada di dalam manusia merindukan dan menuntut agar kedagingannya dipenuhi.โ
๐ชท
Untuk mendapatkan pemahaman yang kuat mengenai istilah โkedaginganโ ini, kita perlu memeriksa pemakaian istilah ini dan definisinya di dalam Kitab suci. Bagaimana โkedaginganโ ini tampak, baik dalam kehidupan orang-percaya maupun orang-tidak-percaya.
Termasuk mengenai konsekuensi yang dihasilkannya, dan bagaimana โkedaginganโ ini pada akhirnya dapat diatasi.
๐
Definisi โKedaginganโ
Dalam Perjanjian Baru, kata Yunani yang diterjemahkan menjadi โkedaginganโ adalah “sarx”, sebuah istilah yang sering dipakai dalam Kitab suci untuk merujuk pada tubuh jasmani.
Namun, definisi kata “Kedagingan” ini adalah: โtubuh jasmani sebagai entitas yang aktif; khususnya dalam pemikiran rasul Paulus, seluruh bagian tubuh merupakan sebuah totalitas yang dikenal sebagai “kedagingan”, yang dikuasai sedemikian rupa oleh dosa sehingga dimanapun kedagingan berada, di situ jugalah hadir segala bentuk dosa, dan tidak ada hal baik yang bisa hidup di dalamnya.โ
๐
Di dalam Kitab suci-Nya menjelaskan bahwa manusia tidak dimulai dengan kondisi seperti ini.
Kitab Kejadian mengatakan bahwa manusia pada awalnya “diciptakan baik dan sempurna:”
Kejadian 1:26-27 (ILT3)
26). “Dan Elohim berfirman, โBiarlah Kami menjadikan manusia dalam citra Kami, menurut rupa Kami, dan biarlah mereka berkuasa atas ikan di laut, dan atas burung di udara, dan atas hewan, dan atas seluruh bumi, dan atas segala binatang merayap yang merayap di bumi.โ
27). “Maka Elohim menciptakan manusia dalam citra-Nya, dalam citra Elohim Dia telah menciptakannya; laki-laki dan perempuan Dia telah menciptakan mereka.”
๐ช
Karena Elohim itu sempurna, dan karena pada dasarnya suatu ciptaan mencerminkan karakter Penciptanya, baik “Adam dan Hawa” diciptakan baik adanya dan tanpa dosa.
YAHWEH Elohim yang benar-benar baik hanya akan menciptakan hal-hal yang baik.
Seperti yang dikatakan Adonai YESHUA, bahwa: โPohon yang baik tidak mungkin menghasilkan buah yang buruk, demikian pula pohon yang buruk tidak menghasilkan buah yang baik.โ (Mat 7:18).
๐ช
Namun, ketika Adam dan Hawa berdosa, “Tubuh alamiah” mereka pun rusak.
Tubuh alamiah tersebut pun diteruskan kepada keturunan mereka: โDan Adam hidup seratus tiga puluh tahun, dan dia memperanakkan seorang anak laki-laki dalam rupanya, menurut citranya, dan dia memanggil namanya Set.โ (Kej 5:3).
๐ท
Fakta mengenai “akar dosa” dinyatakan di banyak bagian dalam Kitab suci.
Misalnya seperti pernyataan raja Daud berikut ini, โSebab aku mengetahui pelanggaran-pelanggaranku, dan dosaku senantiasa ada di hadapanku.โ (Mzm 51:5).
Raja Daud tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa dia adalah hasil perzinahan, tetapi bahwa orangtuanya telah menurunkan “akar dosa” itu kepadanya.
โ๏ธ
Pandangan Kitab suci mengenai manusia alamiah berbeda dengan filsafat Yunani.
Di dalam kitab suci mengatakan bahwa Tubuh fisik alamiah dan rohani manusia pada awalnya adalah baik.
๐ช
Sebaliknya, filsuf seperti “Plato” melihat adanya dualisme atau dikotomi dalam manusia.
Pemikiran semacam ini pada akhirnya menghasilkan sebuah teori yang menyatakan bahwa tubuh (jasmani/fisik) itu jahat, namun roh seseorang itu baik.
๐ชท
Namun Rasul Yohanes menghadapi pengajaran semacam ini di masanya dan memperingatkan kita untuk “menguji setiap roh”.
“Hai yang terkasih, janganlah percaya kepada setiap roh, sebaliknya ujilah roh-roh itu, apakah dia berasal dari Elohim. Sebab, banyak nabi palsu telah muncul ke dunia. Dengan ini kamu mengenal Roh Elohim: setiap roh yang mengaku bahwa YESHUA HaMashiakh telah datang dalam daging, ia berasal dari Elohim, dan setiap roh yang tidak mengaku bahwa YESHUA HaMashiakh telah datang dalam daging, ia tidak berasal dari Elohim. Dan, inilah anti-HaMashiakh yang telah kamu dengar, bahwa dia akan datang, dan sekarang ia sudah ada di dalam dunia.โ (1 Yoh 4:1-3).
๐
“Manusia roh” setiap orang yang terlahir adalah bersifat “netral dan murni”, namun sejak kejatuhan Adam & Hawa, manusia roh setiap orang cenderung mengambil sifat jiwani, bukan rohani.
๐
Maka Adonai YESHUA mengajarkan kepada kita perlu “dilahirkan kembali” di dalam Roh, dan perlu di uji setiap roh yang dimiliki setiap orang seperti yang dikatakan oleh rasul Yohanes diatas.
๐ชท
Bertentangan dengan pemikiran orang Yunani, di dalam Kitab suci mengatakan bahwa “manusia alamiah” kita, baik jasmani maupun rohani, adalah baik adanya pada awalnya.
Namun, kedua aspek ini terkena dampak negatif dari dosa. Hasil akhir dari dosa adalah munculnya sebuah manusia alamiah, yang di dalam kitab Suci, sering disebut sebagai โkedaginganโ atau “akar dosa” โ sesuatu yang menentang Elohim dan mencari kepuasan dosa.
๐ช
โKedagingan” adalah dalil kelalaian yang melekat dalam diri manusia, sehingga mustahil bagi manusia biasa untuk bisa menyenangkan atau melayani Elohim.
๐ช
“Kedagingan” adalah kekuatan batin kompulsif yang merupakan warisan dari kejatuhan manusia, yang mengekspresikan dirinya dalam pemberontakan terhadap Elohim dan kebenaran-Nya, baik pemberontakan secara total maupun dalam hal-hal tertentu.
๐ช
“Kedagingan” tidak bisa dipulihkan atau diperbaiki. Satu-satunya harapan untuk lepas dari hukum kedagingan adalah dengan mematikan dan mengganti total kedagingan tersebut dengan hidup baru di dalam Tuhan YESHUA Hamasiakh.โ
๐
“Apa Manifestasi Kedagingan manusia..?”
Kitab suci menjawab pertanyaan ini sebagai berikut: โAdapun pekerjaan-pekerjaan daging itu nyata, yaitu: perzinaan, percabulan, kenajisan, sensualitas, penyembahan berhala, sihir, permusuhan, perbantahan, iri hati, amarah, persaingan, perselisihan, sekte-sekte, kedengkian, pembunuhan, kemabukan, pesta pora, dan sebagainya. Tentang hal-hal itu aku mengatakan sebelumnya kepadamu sebagaimana pula telah kukatakan sebelumnya, bahwa mereka yang melakukan hal-hal seperti itu tidak akan mewarisi kerajaan Elohim.โ (Gal 5:19-21).
๐ฅ
Dampak dari kedagingan di dunia ini sangatlah jelas. Tinjaulah beberapa fakta memprihatinkan yang diambil dari survey terbaru terkait dengan dampak pornografi di Amerika.
Berdasarkan penelitian tersebut, yang terjadi setiap detik di Amerika Serikat adalah:
* US$ 3,075.64 dibelanjakan untuk materi pornografi
* 28,258 pengguna internet sedang melihat konten yang berbau pornografi
* 372 pengguna internet sedang mengetik istilah dewasa / porno pada mesin pencari
Statistik tersebut mencatat bahwa setiap 39 menit, satu video porno selesai dibuat di Amerika Serikat…mengerikan sekali daya kerja dosa itu.
๐ฅ
Statistik-statistik tersebut menggarisbawahi pernyataan Nabi Yeremia yang meratapi bahwa, โHati yang penuh dusta melebihi semua yang sulit disembuhkan, siapakah yang dapat mengetahuinya?โ (Yer 17:9).
๐ฅ
Konsekuensi “Kedagingan”, di dalam kitab suci mengatakan bahwa hidup dalam kedagingan menimbulkan sejumlah konsekuensi yang mengerikan.
Pertama, kitab suci-Nya menyatakan bahwa mereka yang hidup menurut kedagingannya, yang tidak berkeinginan untuk berubah atau bertobat dari perbuatan dosa mereka, akan mengalami pemisahan dari Elohim, baik di kehidupan saat ini maupun dalam kehidupan selanjutnya:
๐ช
* Roma 6:21 (ILT3)
“Oleh karena itu, kamu memperoleh buah apakah pada waktu itu, yang karenanya kamu sekarang menjadi malu? Karena akhir dari hal-hal itu adalah kematian.”
๐ช
* Roma 8:13 (ILT3)
“Sebab jika kamu hidup menurut daging, kamu akan segera mati, tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan tubuh, kamu akan hidup.”
๐ช
* Galatia 6:7-8 (ILT3)
“Janganlah kamu disesatkan! Elohim tidak dapat diolok-olok, karena apa saja yang seseorang taburkan, itu juga akan dia tuai. Sebab ia yang menabur bagi dagingnya sendiri, dari dagingnya dia akan menuai kebinasaan, tetapi dia yang menabur bagi Roh, dari Roh dia akan menuai hidup yang kekal.”
๐
Lebih jauh lagi, seseorang juga bisa menjadi “hamba dosa” atau budak dosa dari “kedagingannya”:
โTidakkah kamu mengetahui bahwa kepada siapa kamu menyerahkan dirimu sendiri sebagai hamba bagi ketaatan, kamu adalah hamba yang kepadanya kamu menaati, apakah itu dosa kepada kematian, atau ketaatan kepada kebenaran?โ (Rom 6:16).
๐ช
“Perbudakan” ini akan mengarah kepada gaya hidup merusak dan kehidupan yang semakin merosot.
Seperti yang dikatakan oleh nabi Hosea;
โSebab mereka menabur angin maka akan menuai badai. Sebatang tangkai pun tidak ada padanya; pucuknya tak akan menghasilkan tepung; jika itu menghasilkan, maka orang-orang asing akan menelannya habis.โ (Hos 8:7).
๐ฅ
“Bagaimana Mengalahkan “Kedagingan..?”
Di dalam kitab suci memberikan proses “Empat langkah” kepada kita untuk mengalahkan kedagingan dan memulihkan diri supaya bisa memiliki hubungan yang benar dengan Elohim.
๐ช
Langkah pertama:
“Mengaku Dosa dengan Jujur dan sungguh-sungguh”.
Kita harus mengakui perbuatan-perbuatan dosa kita dengan jujur dan sungguh2 di hadapan Elohim.
Agar Elohim dapat menghapus dosa2 kita.
1 Yohanes 1:9 (ILT3)
“Jika kita mengaku dosa-dosa kita, Dia adalah setia dan adil, sehingga Dia akan mengampunkan kepada kita dosa-dosa itu dan membersihkan kita dari segala ketidakadilan.”
Pengakuan dosa, sebagai bentuk langkah awal pertobatan, namun pertobatan yang sungguh2, bukan untuk kembali jatuh di dalam dosa.
* โ1 Yohanes 1:8, 10
8). “Jika kita berkata bahwa kita tidak punya dosa, kita menyesatkan diri kita sendiri, dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
10). “Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, kita menjadikan Dia pendusta, dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.โ
๐ช
Langkah kedua:
“Lahir baru”.
Yang termasuk di dalam langkah ini adalah: berseru kepada Elohim untuk mendapatkan keselamatan dan menerima Roh Kudus-Nya yang memampukan seseorang untuk hidup benar di hadapan Elohim dan tidak menuruti keinginan dagingnya lagi:
* Yohanes 3:5-6 (ILT3)
5). “YESHUA menjawab, โSesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, dia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Elohim.”
6). “Apa yang telah dilahirkan dari daging adalah daging, dan apa yang telah dilahirkan dari Roh adalah roh.”
๐ช
Langkah ketiga”
“Berjalan di dalam Roh”.
Ini adalah “Transformasi”, yaitu berjalan kehidupan yang baru, dengan “manusia baru” kita, setelah menanggalkan manusia lama kita.
Dan kemudian “Transfigurasi”, diubah rupakan – Agar sifat dan karakter atau manusia batiniah kita dapat diubah rupakan hari demi hari, semua ini butuh proses yang harus dilakukan hari demi hari.
๐ช
* Roma 8:6 (ILT3)
“Sebab pola pikir daging adalah kematian, tetapi pola pikir Roh adalah kehidupan dan damai sejahtera.”
* โGalatia 5:16 (ILT3)
“Dan aku berkata, hiduplah dalam Roh, dan kamu sekali-kali tidak akan memenuhi hasrat kedagingan”
๐ช
Langkah terakhir:
“Berjaga-jaga dan bertekun selalu, didalam “pengajaran, persekutuan dan pemecahan roti dan berdoa”;
agar engkau tidak tercemar oleh dosa dunia, dan senantiasa terjaga kekudusan hingga kedatangan Tuhan YESHUA kali kedua.
Kisah Para Rasul 2:42, 46 (ILT3)
42). “Dan mereka hidup dengan terus bertekun dalam pengajaran para rasul, dan dalam persekutuan, dan dalam pemecahan roti, dan dalam doa.”
46). “Dan setiap hari, sambil bertekun dengan seia sekata di dalam bait suci, dan sambil memecahkan roti dari rumah ke rumah, mereka berbagi makanan dengan gembira dan dengan ketulusan hati,”
๐ช
1 Tesalonika 5:23 (ILT3)
“Dan Elohim damai sejahtera, Dia sendiri kiranya menguduskan kamu sepenuhnya, dan kiranya roh dan jiwa dan tubuhmu seutuhnya terpelihara tanpa cela pada saat kedatangan Tuhan kita YESHUA HaMashiakh.”
๐
๐๐๐๐๐๐,…
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐.
๐บ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐ด๐๐ท๐๐ฐ ๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐…
๐ฐ๐๐๐…๐๐๐
Oleh : Abraham Alex