๐ฃ๐๐ฅ๐ฆ๐๐ ๐๐๐๐๐ก ๐๐๐ก๐๐ ๐๐ ๐๐ก
๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐๐๐๐ – ๐๐๐๐๐ ๐ณ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐.
๐
Apakah anda pernah mendengar tentang “Persembahan benih iman”?
โ๏ธ
Para pemuka agama, dengan doktrin “teologi kemakmuran” palsu sering menggunakan kata-kata Iman dengan menggunakan istilah “menabur,” yaitu: “menabur benih iman,” maka engkau akan mendapatkan “berkat seratus kali lipat”.
Doktrin ini membawa umat percaya, bahwa tanpa disadari untuk memberi secara “membabi buta”, tanpa dipimpin oleh firman-Nya dan oleh Roh Kudus!
๐ช
Persembahan “benih iman” adalah uang yang diberikan dalam keyakinan bahwa Elohim akan mengembalikannya berlipat2 kali ganda. Ini adalah motivasi yang salah!
๐
Semakin banyak yang dipersembahkan – dan semakin besar iman Anda – maka semakin banyak uang yang akan diperoleh.
Pendeta yang menganut “teologi kemakmuran” ini seringkali meminta sumbangan untuk pelayanan mereka dengan menjanjikan timbal balik semacam ini: “Kirimkan saya Rp.100,000 dan percayalah bahwa Tuhan akan mengembalikan Rp.10,000,000.”
๐ช
Permintaan dana mereka kemas dengan “bungkusan rohani” melalui pernyataan seperti “Elohim ingin memberkati Anda dengan mujizat” dan “YESHUA lebih besar dari hutangmu.”
๐ชท
Mereka sering menyalah gunakan dengan ayat seperti di Injil Markus 4:8 (ILT3)
“Dan yang lain, jatuh di tanah yang subur, dan dia menghasilkan buah ketika bertumbuh dan bertambah besar, dan yang satu menghasilkan tiga puluh, dan yang satu enam puluh dan yang satunya seratus kali lipat.”
๐ท
Sebaiknya kita mengingat bahwa “benih” yang ditabur dalam ayat tersebut adalah Firman Elohim bukan uang.
Markus 4:14 (ILT3)
“Orang yang menabur itu, Dia menaburkan firman.”
๐
Banyak sekali “hamba Tuhan” yang menyebarluaskan konsep persembahan “benih iman”, dan ia mengajar supaya pendengarnya mengharapkan mujizat ketika mereka menabur “benih” dari “kebutuhan” mereka.
Bahkan ia menulis, “Demi mencapai potensimu, demi mengatasi kesulitan dalam hidupmu, supaya kehidupanmu berbuah, berlipat ganda dan menghasilkan kelimpahan”
(contoh: untuk kesehatan, kemakmuran, kebangkitan rohani, pengembangan diri maupun kemajuan keluarga), engkau harus memilih untuk menaati hukum ilahi tabur tuai.
๐
Ada tiga cara menguntungkan diri dari hukum “tabur tuai”:
1) anggaplah Elohim sebagai sumber berkat kita,
2) berilah dahulu supaya kita akan diberi, dan
3) harapkanlah muijzat.
Sebagai “ayat bukti” akan langkah kedua, pengajar “benih iman” sering menggunakan ayat di Injil Lukas 6:38 (ILT3)
“Berilah, maka akan diberikan kepadamu; suatu takaran yang baik, yang telah dipadatkan, dan yang telah diguncangkan dan yang terlimpah, mereka akan memberikan ke pelukanmu. Sebab dengan ukuran yang sama yang kamu mengukurkan, hal itu akan diukurkan kembali kepadamu.”
๐ชท
Penyalahgunaan ayat ini dimulai dari penerapannya pada “keuntungan materi” – Adonai YESHUA sebetulnya sedang membahas pengampunan dalam Lukas 6:37, bukan uang.
Dan juga, ada perbedaan antara “Berilah” dan, maka “akan diberi”.
Pengajar “benih iman” mendukung motivasi persembahan yang egois – berilah supaya kita akan mendapatkan – dan itulah yang mereka tulis.
๐ช
Di dalam kitab suci-Nya, Tuhan mengajar bahwa kita memberi supaya orang lain memperoleh manfaat darinya dan memuliakan Tuhan, bukan demi memperkaya diri.
“memberi dengan Kasih dan Kerelaan – bukan mengharapkan Pamrih!”
๐
Pengajar persembahan “benih iman” juga sering menggunakan ayat Matius 17:20,
“Dan YESHUA berkata kepada mereka, โKarena ketiadaan imanmu! Sebab sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Jika kamu memiliki iman seperti biji sesawi, kamu akan berkata kepada gunung ini: Pindahlah dari sini ke sana! Dan, dia akan pindah. Dan, tidak satu pun mustahil bagimu.”
Sudah jelas ayat ini tidak berbicara mengenai uang atau persembahan “benih iman”.
๐ช
Adapun ayat lain seperti Markus 10:29-30 yang disalahgunakan,
“Markus 10:29-30 (ILT3)
29). “Dan seraya menanggapi, YESHUA berkata, โSesungguhnya Aku berkata kepadamu, tidak ada seorang pun yang telah meninggalkan rumah atau saudara laki-laki atau saudara perempuan atau ayah atau ibu atau istri atau anak-anak atau ladang, demi Aku dan injil,”
30). “sekiranya dia tidak akan menerima seratus kali lipat sekarang, pada saat ini, rumah atau saudara laki-laki atau saudara perempuan atau ibu atau anak-anak atau ladang, dengan aniaya, dan pada masa yang akan datang, hidup yang kekal.”
Para pengajar “benih iman” berpegang pada janji “seratus kali lipat,” namun hanya berfokus pada “rumahnya” dan “ladangnya” – yakni, kekayaan materi bagi diri mereka sendiri. Mereka mengabaikan yang lain.
Apa benar Adonai YESHUA telah menjanjikan pengikut-Nya ratusan kali lipat ibu atau saudara secara harafiah?
Ataukah Tuhan YESHUA sedang berbicara mengenai keluarga secara rohani?
Jika ibu dan ayah dan saudara bersifat rohani, maka kemungkinannya rumah dan ladang juga bersifat rohani pula.
๐ช
Pendukung doktrin “persembahan benih iman” mengabaikan beberapa konsep yang penting dalam Kitab suci-Nya.
Perhatikan di dalam
2 Korintus 9:10-12,
10). “Dan, Dia yang menyalurkan sepenuhnya benih bagi yang menabur dan roti sebagai makanan, kiranya Dia menyalurkan dan melipatgandakan benih kamu, dan kiranya Dia menumbuhkan buah-buah kebenaran kamu,”
11). “seraya diperkaya dengan segala hal dalam segala ketulusan yang membuahkan ucapan syukur kepada Elohim melalui kami.”
12). “Sebab, diakonia peribadatan ini bukan hanya memasok kekurangan orang-orang kudus, tetapi juga berlimpah oleh banyaknya ucapan syukur kepada Elohim.”
Perikop ini mengajar bahwa Elohim menyediakan benih untuk ditabur; yakni, DIA menyediakan sumber daya yang perlu kita bagikan dengan murah hati.
Dan, ketika kita memberi, Elohim akan menyediakan lebih lagi supaya pemberian tidak terhenti.
Perlu diperhatikan bahwa pelipatgandaan dan pertumbuhan itu bukan dalam hal keuangan melainkan “buah-buah kebenaranmu yaitu buah-buah rohani”.
Juga, yang berlimpah adalah puji syukur kepada Elohim, bukan rekening bank kita.
Bibit yang ditabur dalam ayat ini tidak menghasilkan mujizat atau kekayaan pribadi.
๐
Pendukung doktrin “persembahan benih iman” juga mengabaikan faktanya bahwa para rasul bukan orang kaya.
Para rasul sudah pasti sering memberi: “Dan aku akan dengan senang hati memanfaatkan dan dimanfaatkan bagi jiwamu, meskipun ketika mengasihi kamu secara berkelimpahan aku semakin kurang dikasihi.” (2 Korintus 12:15).
๐
Berdasarkan doktrin “persembahan benih iman”, rasul Paulus seharusnya menjadi orang yang sangat kaya.
Namun, kenyataannya,
“Hingga saat sekarang kami juga lapar, dan haus, dan bertelanjang, dan dipukuli, bahkan tanpa tempat tinggal; dan kami berjerih lelah sambil bekerja dengan tangan kami sendiri. Ketika dicaci maki, kami memberkati; ketika dianiaya, kami tabah; ketika difitnah, kami menasihati. Hingga sekarang kami telah dijadikan seperti sampah dunia, kotoran segala sesuatu.” (1 Korintus 4:11-13).
๐ช
Para rasul itu “miskin” secara materi, namun secara rohani mereka adalah “kaya dan sangat diberkati oleh Elohim”.
๐
Elohim mengasihi orang yang memberi dengan sukacita (2 Korintus 9:7), tetapi kita tidak boleh berasumsi bahwa perkenanann-Nya akan ditunjukkan dalam keuntungan finansial.
Kita juga tidak boleh mengklaim janji-janji kepada Israel dalam Perjanjian Lama.
๐ช
Motivasi kita dalam memberi bukan demi mendapatkan lebih banyak lagi.
Tujuan kita seharusnya berupa ibadah yang disertai rasa cukup (baca 1 Timotius 6:6-10).
Kita seharusnya berdoa, “Tuhan, tolonglah saya merasa cukup dengan apa yang kumiliki, meskipun saya lapar atau kekurangan” (baca Filipi 4:11-13).
๐ชท
Ajaran persembahan “benih iman” tidak lain dari skema/doktrin “cepat kaya” yang memperdaya umat Tuhan yang terpuruk dan menderita.
Rasul Petrus telah menghimbau gereja tentang siasat semacam itu:
“Dan dalam ketamakan, mereka akan memanfaatkan kamu dengan kata-kata yang dibuat-buat. Bagi mereka, penghukuman tidak akan diam berlama-lama dan kebinasaan mereka tidak terlelap.” (2 Petrus 2:3).
๐
Saudara/i-ku, yang dikasih Tuhan YESHUA…
Mari…bagi para “Hamba Tuhan”, yaitu para pengajar, Gembala, maupun penginjil….
Ingatlah firman Tuhan, bahwa Tuhan YESHUA tidak mengajarkan untuk menimbun “harta dunia”, tetapi “harta di surga”.
๐
Ajarkan tentang “Kebenaran” sesuai dengan Ajaran Tuhan YESHUA bukan mengajarkan untuk memperkaya dirimu, dengan memperdayai umat Tuhan dengan doktrin “menabur benih iman”.
๐
Bagi “hamba Tuhan”, Hati2 dengan perbuatanmu, hukumanmu akan lebih besar jika engkau tidak membawa Domba2 di dalam kebenaranNya.
๐
Sebagai “Hamba Tuhan” dan “Umat Percaya”, kita seharusnya mencontohi teladan adonai YESHUA dalam Kesederhanaan dan Kerendahan hati #.
๐
Sudahkah ada Kesederhanaan dan Kerendahan hati di dalam diri kita?
Jika belum, mari kita belajar mencontohi sifat2 dan karakter YESHUA, sebelum semuanya terlambat!
๐
๐๐๐๐๐๐…,
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐.
๐๐๐๐๐ ๐๐ด๐๐ท๐๐ฐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐.
Amin…๐๐๐
Oleh: Abraham Alex