Titanic dan Gunung Es-Sesi-01
Shalom sdr. sdri.ku yang dikasihi Yeshua HaMashiakh
Kita tentu pernah mendengar cerita tentang kapal Titanic yang pada masanya diklaim sebagai kapal yang termewah, termegah dan teraman di dunia. Namun diluar dugaan smua orang, kapal yang diklaim teraman justru tenggelam karena menabrak gunung es.
Titanic bisa diibaratkan bentuk kesombongan manusia. Seringkali manusia jatuh dalam dosa karena yang ter: terbaik, terpintar, terhebat, terkaya, dll.
Mazmur 94:4 (ILT3):
Mereka membual, mereka membicarakan kesombongan; semua orang yang melakukan kejahatan membanggakan diri.
Bahkan ada juga yang dalam kesombongan rohani karena merasa paling berhikmat, paling paham davar, paling banyak membuat mukjizat, dll yang semua itu sesungguhnya merupakan karunia yang diberikan oleh Elohim Yahweh yang semestinya digunakan untuk melayani Elohim dengan rendah hati.
Amsal 16:18 (ILT3):
Di depan kehancuran ada kecongkakan, dan di depan kejatuhan ada kesombongan roh.
Banyak orang jatuh dalam kesombongan karena kehebatan dalam duniawi maupun kesombongan rohani.
Raja Dawid mengingatkan dalam Mazmur 31:24 bahwa kita harus mengasihi Yahweh karena kesetiaan-Nya dalam memelihara kita dan terlebih murkanya karena kesombongan manusia:
Kasihilah YAHWEH, hai semua orang kudus-Nya; YAHWEH-lah yang memelihara orang-orang yang setia, dan yang mengganjar dengan sepenuhnya orang yang melakukan kesombongan.
Gunung Es diibaratkan murka dari Elohim yang digunakan untuk menghancurkan kesombongan Titanic sehingga tenggelam hancur di dalam lautan (kematian).
Gunung es yang dianggap oleh manusia kecil puncaknya, namun di kedalaman menyimpan murka Elohim yang luar biasa.
Banyak orang cenderung menyepelekan teguran Elohim yang terlihat kecil seperti puncak gunung es. Seringkali orang berdosa berkata: “ah nanti aja aku baru bertobat, aku juga gak sombong-sombong amat”. Ada juga yang berkata: “Gak apalah aku berbuat dosa lagi, nanti aku minta ampun lagi, pasti Tuhan mengampuni karena Dia Mahakasih”
Hati-hati sdr. sdri.ku, jangan menyepelekan dosa walau sekecil apa pun terlebih dosa kesombongan karena Heilel ben Shakar juga jatuh akibat kesombongan.
1 Korintus 5:6 (ILT3):
Kesombonganmu itu tidak baik. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sedikit ragi mengkhamirkan seluruh adonan?
Yeremia 49:16 (ILT3):
Kengerianmu dan kesombongan hatimu telah memperdayakan engkau, engkau yang diam di celah-celah bebatuan, yang berpegang pada ketinggian bukit. Walaupun engkau akan membuat sarangmu tinggi seperti rajawali, Aku akan menurunkan engkau dari sana,” firman YAHWEH.
Mari kita renungkan Ibr 10:26, jangan sampai kita jatuh dalam dosa lagi setelah mengetahui kebenaran dengan pengetahuan penuh karena tidak ada pengurbanan (pengampunan) lagi.
Ibrani 10:26 (ILT3):
Sebab, apabila kita dengan sengaja berbuat dosa, sesudah menerima pengetahuan penuh akan kebenaran, maka bagi dosa itu tidak ada lagi tersedia pengurbanan
HalleluYah..!
Bapa Yahweh beshem Yeshua HaMashiakh memberkati kita semua.
Amien
Oleh Sarah Vivien